My Profil

SELAMAT DATANG

Selamat Datang di Blog Economy Dan IT - Saya senang Anda berada di sini, dan Saya berharap Anda sering datang kembali. Silakan Berlama - Lama di sini dan membaca lebih lanjut tentang artikel dunia Economy, Lifestayle, Perpolitikan, Entertaiment, Dan Tutorial Bloging Maupun Kehidupan Seputar Blogers yang telah Saya sediakan.

Sekilas Tentang Saya

Nama saya M. Wahyu Arya Putra, Saya berasal Dari Sumatra Utara, Saya hanyalah Seorang Mahasiswa dan Blogger biasa, Yang terus belajar dan berusaha untuk menjadi luar biasa...

  • Lebih Lanjut Tentang Saya
  • TRANSLATOR

    English French German Spain Italian DutchRussian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
    Tampilkan postingan dengan label Manajemen SDM. Tampilkan semua postingan
    Tampilkan postingan dengan label Manajemen SDM. Tampilkan semua postingan

    Kamis, 14 Juni 2012

    Contoh-Contoh Peran Pimpinan Dalam Perusahaan


    TUGAS MSDM II
    Disusun Oleh :
    Fedrika Yanti Br Ginting   (7101210005)
    M. Wahyu Arya Putra        (7103210035)
    Manajemen “A” 2010


    CONTOH- CONTOH PERAN PIMPINAN
    1.  Peran Hubungan Antar Pribadi (Interpersonal Role)
    a.      Peran Sebagai Figurehead
    Contohnya            : Direktur  Perusahaan
    Misalnya ada pembukaan kantor cabang  baru perusahaan dan disini peran direktur  yaitu sebagai figurehead artinya direktur  perusahan berperan sebagai pewakilan dari perusahaan induk  untuk meresmikan pembukaan kantor cabang yang baru. Sehingga pada saat acara pengguntingan pita saat peresmian dilakukan oleh direktur sebagai perwakilan dari perusahaan induk. 

    b.      Peran Sebagai Pemimpin (Leader)
    Contohnya            : Kepala Sekolah
    Disini Kepala sekolah bertindak sebagai pemimpin dari sekolah yang dipimpinnya. Dan ia juga melakukan hubungan interpersonal dengan para guru, pegawai dan pekerja, serta murid- muridnya. Ia juga berperan sebagai motivator dan pengendali jalannya organisasi sekolah yang dipimpinnya.

    c.       Peran Sebagai Pejabat Perantara (Liasion Manager)
    Contohnya            : Duta Besar (DuBes)
    Disini Duta Besar berperan sebagai pejabat perantara (Liasion Manajer) yang mewakili negaranya. Dimana Duta Besar ini berperan untuk mendapatkan informasi dari negara di mana ia di tempat dan membagikan informasi  dari negara tempatnya berasal. Dan Duta Besar juga berperan untuk berinteraksi  dengan petinggi- petinggi dan pihak – pihak lainnya yang ada di negara tempat Ia ditempatkan.

    2.     Peran Yang Berhubungan Dengan Informasi (Information Role)
    a.      Sebagai Monitor
    Contohnya            : Supervisor dan Mandor Perkebunan.
    Disini Supervisor dan Mandor Perkebunan berperan untuk menerima dan mengumpulkan informasi dari bawahan atau pekerja yang ia pimpin sehingga informasi – informasi tersebut dapat ia gunakan untuk kepentingan perusahaan dan dapat mengetahui keadaan perusahaan dengan baik dan untuk dapat melaporkan informasi tersebut kepada manajemen puncak perusahaan.
     Informasi – informasi tersebut dapat berupa :
    1.      Mengenai produktivitas kerja karyawan/pekerja dan semua peristiwa – peristiwa yang berhubungan dengan pelaksanaan kerja pada bagian yang dibawahinya.
    2.      Ide – ide (buah pikiran) yang muncul dari para karyawan/pekerja yang dibawahinya.
    3.      Masalah – masalah internal yang muncul dari para karyawan/pekerja.

    b.      Sebagai Desiminator
    Contohnya            : Akuntan Manajer Perusahaan
    Disini Akuntan Manajer berperan untuk menyampaikan informasi- informasi dari luar perusahaan untuk disampaikan kepada pihak – pihak di dalam perusahaan yang memang membutuhkan informasi tersebut untuk membuat keputusan- keputusan yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja perusahaan. Informasi  - informasi tersebut dapat berupa harga bahan baku, jumlah pesaing di pasar, tingkat kepuasan pelanggan, tren dan selera di masyarakat.

    c.       Sebagai Juru Bicara (Spokesman)
    Contohnya            : Kepala Humas atau Relationship.
    Disini Kepala Humas atau Relationship berperan sebagai juru bicara mewakili perusahaan untuk menyampaikan informasi – informasi dari dalam perusahaan kepada masyarakat atau pihak – pihak lainnya yang memang membutuhkan informasi – informasi tersebut.

    3.     Peran Pembuat Keputusan (Descisional Role)
    a.      Peranan Sebagai Entrepreneur
    Contohnya            : Pimpinan Usaha
    Pimpinan usaha adalah orang yang memimpin divisi usaha, divisi ini biasanya bisa kita temui di industri-industri Kreatif dan industri produksi. Dimana divisi ini bertugas untuk melakukan pemrakarsaan, perancangan, dan pengembangan karya-karya kreatif baru yang banyak diminati masyarakat, dan juga bertugas mengembangkan usaha-usaha kreatif yang masih potensial untuk dikembangkan. Jadi pimpinan usaha disini ia harus mampu memciptakan dan mengembangkan usaha-usaha kreatif apa saja yang masih potensial dengan melihat kondisi di masyarakat.

    b.      Peranan Sebagai Penghalau Gangguan (Distrubance Handler)
    Contohnya            : Kepala Keamanan
    Disini kepala keamanan bertugas untuk mengamankan jalannya kegiatan perusahaan dan menjaga kekondusifan(keamanan) kerja di lingkungan prusahaan dan di lingkungan sekitar prusahaan. Kepala keamanan dengan para anggotanya berusaha untuk menjaga keadaan aset, pekerja, dan keadaan lingkungan sekitar prusahaan dari berbagai ancaman yang dapat mengangu kinerja prusahaan.

    c.       Peranan Sebagai Pembagi Sumber (Resource Allocator)
    Contohnya            : Kepala Divisi MSDM Perusahaan
    Disini Kepala Divisi MSDM Perusahaan berperan untuk mengatur dan memutuskan jumlah pekerja di setiap bidang di dalam perusahaan dengan mempertimbangkan kebutuhan – kebutuhan di setiap bidangnya.

    d.      Peranan Sebagai Negoisator
    Contohnya            : Manajer  Pemasaran
    Disini Manajer Pemasaran berperan sebagai negoisator dengan pihak pembeli produk perusahaan dan pemasok bahan baku perusahaan. Disini pihak manajer pemasaran melakukan negoisasi dengan mempertimbangkan berbagai aspek seperti  aspek harga,  waktu,  kemampuan produksi perusahaan , dan pengiriman produk.
    read more

    Senin, 04 Juni 2012

    Etika dalam Manajemen Sumber Daya Manusia

    Etika yaitu merupakan cara berpikir mengenai perilaku manusia di bawah pangkal tolak pandangan baik dan buruk atau benar dan salah dari norma-norma dan nilai-nilai, pertanggung jawaban dan pilihan.  Dalam dunia bisnis etika memiliki peranan yang sangat penting ketika keuntungan bukan lagi menjadi satu-satunya tujuan organisasi. Bisnis juga akan menjadi lebih sukses jika mempunyai perhatian pada etika, karena hal ini akan meningkatkan reputasi organisasi dan meningkatkan motivasi karyawan serta dapat mengurangi berbagai kerugian akibat perilaku yang kurang etis yang dilakukan oleh karyawan. Perilaku yang tidak etis seperti minum-minuman keras, penggunaan obat-obatan terlarang di tempat kerja, penyalah-gunaan email, tidak melaporkan pelanggaran karyawan lain kepada manajemen, serta berbagai pelanggaraan etika lainnya. 
    Hal ini dapat menjadi sesuatu yang serius mengingat perilaku yang tidak etis dapat menjurus kearah tindakan kriminal serta perilaku lain yang merugikan perusahaan, baik finansial maupun non-finansial. Banyak sebab yang menjadikan perilaku yang tidak etis yang ditunjukkan karyawan tersebut muncul. Hal ini terkait pada individu karyawan saja, tetapi juga menyangkut keseluruhan proses dalam organisasi. Dalam hal ini manajemen sumber daya manusia mempunyai peran penting untuk menjamin bahwa organisasi bertindak secara fair dan etis karyawan , klien, serta stakeholder lainnya. Manajemen sumber daya manusia memainkan peran penting dalam  membantu organisasi untuk meningkatkan nilai-nilai etika organisasi. Manajemen merupakan pendorong organisasi dalam usaha melatih karyawan agar mempunyai etika bisnis yang sesuai dengan organisasi, sehingga tindakan kurang etis dapat di cegah. Fungsi manajemen sumber daya manusia adalah melindungi organisasi dari tindakan yang tidak etis dari karyawan. Manajemen sumber daya manusia juga bertanggung jawab dalam usaha-usaha organisasi untuk menangani etika perilaku, dapat mampu menjadi penggerak dalam  organisasi dalam menanggani isu-isu etika, serta bertanggung jawab dalam pengembangan dan pelatihan mengenai pentingnya peningkatan moral karyawan.

    Pengertian Etika
    Menurut Magnis Suseno , Etika adalah Sebuah ilmu dan bukan ajaran. Sebagai ilmu yang terutama menitik-beratkan refleksi kritis dan rasional, etika dalam hal ini mempersoalkan apakah nilai dan norma moral tertentu harus dilaksanakan dalam situasi konkret tertentu yang dihadapai seseorang. Sehingga, etika membutuhkan evaluasi kritis atas semua seluruh situasi yang terkait.
    Pengertian Sumber Daya Manusia
    Manajemen SDM (sumber daya manusia) merupakan suatu proses menangani berbagai masalah pada ruang lingkup karyawan, pegawai, buruh, manajer dan tenaga kerja lainnya, untuk dapat menunjang aktifitas organisasi atau perusahaan demi mencapai tujuan yang telah ditentukan.
                Menurut A.F. Stoner, Manajemen SDM merupakan suatu prosedur yang berkelanjutan, yang bertujuan untuk memasok suatu organisasi atau perusahaan dengan orang-orang yang tepat untuk ditempatkan pada posisi dan jabatan yang tepat pada saat organisasi memerlukannya.
    Fungsi Operasional dalam Manajemen SDM
                Fungsi operasional dalam Manajemen SDM merupakan dasar pelaksanaan proses MSDM yang efisien dan efektif dalam pencapaian tujuan organisasi/perusahaan.
                Fungsi operasional tersebut terbagi  lima, yaitu:
    1. Fungsi Pengadaan
    2. Fungsi Pengembangan
    3. Fungsi Kompensasi
    4. Fungsi Pengintegrasian
    Pengertian Etika Manajemen Sumber Daya Manusia
                Etika manajemen sumber daya manusia  dapat diartikan sebagai  ilmu yang menerapkan prinsip-prinsip etika tehadap hubungan dengan sumber daya manusia dan kegiataannya.
    Sebab Perilaku Tidak Etis
                Penyebab perilaku tidak etis meliputi tiga aspek yaitu:
    1. Karyawan memiliki kemampuan kognitif yang rendah.
    2. Adanya pengaruh orang lain, keluarga ataupun norma sosial .
    3. Adanya ethical dilema.
    Perencanaan Strategi Konsep Etika
                Langkah-langkahnya sebagai perencanaan strategi konsep etika, yaitu:
    Ø  Menentukan standar etika yang ingin ditanamkan.
    Ø  Mengindentifikasi faktor-faktor etis kritikal yang dapat digunakan dalam mendorongnya konsep etika perusahaan.
    Ø  Mengindentifikasi kemampuan, prosedur, kompetensi yang diperlukan.
    Ø  Mengintegrasikan konsep etika dalam strategi bisnis yang dilakukan.
    Ø  Mengembangkan langkah-langkah konkret yang dapat digunakan dalam mengimplementasikan, mengawasi dan mengevaluasi konsep etika yang dijalankan.
                Tujuan utama dalam konsep penanaman nilai-nilai etika ini bukan hanya untuk kedisiplinan, tetapi lebih pada usaha-usaha untuk meningkatkan kepedulian karyawan terhadap perkembangan nilai-nilai etika yang lebih berarti.
                Konsep penanaman nilai-nilai etika lebih  menekankan pada aktivitas-aktivitas yang membantu karyawan dalam pembuatan keputusan, menyediakan nasihat-nasihat dan konsultasi etika, serta mendukung konsensus mengenai etika bisnis. Manajemen sumber daya manusia mempunyai peranan penting dalam menjaga keseimbangan antara penanaman nilai-nilai etika dan pemenuhan etika tersebut.

    Cara Manajemen dalam Menyelesaikan Permasalahan-Permasalahan yang Terjadi
                Cara yang dilakukan oleh manajemen untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi di dalam suatu perusahaan dengan cara menciptakan hubungan kerja yang sukses diantaranya:
    ¢  Membentuk komite karyawan dan manajemen.
    ¢  Membuat buku pegangan karyawan.
    ¢  Sistem pengupahan yang profesional.
    ¢  Menciptakan suasana kerja yang kondusif
    ¢  Menampung keluhan, saran, kritik karyawan.

    Integrasi Konsep Etika Dengan Fungsi Manajemen Sumber Daya manusia
                Implementasi konsep etika ke dalam fungsi-fungsi manajemen sumber daya manusia yaitu:
    1. Seleksi
    2. Orientasi Karyawan
    3. Training
    4. Penilaian Kinerja
    5. Reward dan Hukuman
    read more

    Selasa, 13 Desember 2011

    Contoh Job Description Dan Job Specification


    Contoh  Job Description Dan Job Specification
    Disini saya mengambil contoh Job Description dan Job Specification pada jabatan SUPERVISOR didalam suatu perusahaan.
    Job Description (Supervisor)
    Jabatan pekerjaan : SUPERVISOR
    Bertanggung Jawab Kepada : MANAGER / ASST.MANAGER
    • Sasaran Tugas :
    Supervisor bertanggung jawab untuk mengatur, mengontrol dan meningkatkan kemampuan sumberdaya manusia ,bahan baku setengah jadi/jadi dan mesin – mesin produksi didalam wilayah tanggung jawabnya guna memaksimalkan effisiensi, meminimalkan biaya dan menghasilkan bahan setengah jadi/jadi yang memenuhi standard kebutuhan pelanggan.
    • Struktur Pelaporan :
    Supervisor bertanggung jawab kepada Manager .
    • Sifat & Lingkup :
    Proses A merupakan proses antara x dengan y di divisi z dimana hasil proses y masih dalam bentuk setengah jadi, diproses lanjut secara xyz guna mencapai produk dengan keadaan tertentu sebelum kemudian dikirim ke y. Supervisor harus mampu mensupervisi secara langsung kepala regu dibawah tanggung jawabnya (serta mampu mensupervisi secara tidak langsung semua karyawan yang berada dibawah tanggung jawabnya) dan mampu bekerja sama secara efektif dan efisien dengan semua bagian lain terkait dengan bagiannya(PPIC,QC,Maintenance,Electric,dll. ) guna memproduksi bahan jadi pada tingkat biaya yang rendah dan memenuhi batas “ Volume & Waktu “ pengiriman bahan jadi yang telah direncanakan.
    • Hasil Utama & Tantangan :
    1. Diharapkan memiliki ketrampilan dan pengetahuan atas “ Proses “ dari setiap mesin yang menjadi tanggung jawabnya tersebut.
    2. Diharapkan memiliki pengetahuan atas aplikasi produk dari pelanggan (Customer Product Knowledge)
    3. Diharapkan untuk mengatur program perbaikan berkelanjutan guna mengeliminasi bahan tidak jadi (afvalan) dan meningkatkan efisiensi.
    • Tanggungjawab Utama :
    1. Bertanggung jawab dalam melakukan supervisi langsung terhadap kepala regu yang dibawahinya (serta mampu mensupervisi secara tidak langsung semua karyawan yang berada di bawah tanggung jawabnya), hal ini termasuk dalam memberikan bimbingan/pelatihan kepada anak buah guna mencapai tingkat batas minimum kemampuan yang diperlukan bagi teamnya dan mendisiplinkan anak buahnya sesuai dengan ketentuan/peraturan yang berlaku di perusahaan .
    2. Bertanggung jawab dalam mencapai tingkat kuantitas (output) ,kualitas dan schedule produksi serta tingkat utilisasi mesin produkssi yang telah ditetapkan dan disepakati bersama.
    3. Bertanggung jawab dalam pemenuhan standard kualitas hasil produksi sesuai dengan tingkat kebutuhan customer & schedule pengiriman hasil produksi sesuai PPIC schedule.
    4. Bertanggung jawab terhadap keselamatan kerja dan standard kebersihan lingkungan kerja (keteraturan/kerapihan lingkungan kerja).
    5. Bertanggung jawab dalam melakukan koordinasi dan membina kerja sama team yang solid.
    6. Bertanggung jawab dalam membuat laporan secara berkala kepada atasannya atas hasil kerjanya beserta analisa permasalahannya, tindakan–tindakan perbaikan atas permasalahan tersebut serta batas waktu estimasi penyelesaian masalah–masalah tersebut secara singkat , padat dan kongkrit.
    • Wewenang :
    1. Wewenang dalam mendisiplinkan anak buahnya sesuai dengan kententuan/peraturan yang berlaku di perusahaan.
    2. Wewenang dalam menghentikan dan mengatur pengoperasian mesin– mesin produksi guna mencapai hasil produksi yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan serta pemenuhan batas waktu pengiriman hasil produksi.
    Job Specification (Supervisor)
    Job Specification / Spesifikasi Pekerjaan Terdiri atas:
    • Job requirements
    • Job qualifications
    • Minimun hiring requirements
    Contoh spesifikasi pekerjaan :
    1. Nama jabatan    : Supervisor
      Departemen      : Produksi/Lapangan
      Lokasi               : Pabrik induk, jakarta
      Pengawas          :Manager / Asst. Manager
      Kode jabatan    : NA-101
      Tanggal             : 16 November 2007
      Disetujui oleh    : General Manajer M.wahyu Arya P,SE,M.Si.

    2. Faktor-faktor keahlian
      Pendidikan      : Diperlukan lulusan Sarjana (S-1) semua jurusan
      Pengalaman     : Tidak diutamakan, karena akan diberikan training dan pelatihan pelatihan lainnya
      Komunikasi     : Keahlian dalam berbicara dan berkomunikasi sangat penting untuk mengarahkan semua karyawan yang berada dibawah tanggung jawabnya

    1. Faktor-faktor Sumber Daya
      Tuntutan mental : Inisiatif, kreatif, supel, dan kecerdasan, merupakan hal wajib karena mereka harus berhadapan langsung dengan karyawan

    1. Kondisi kerja : Pekerjaan sebagian besar berada dan dilakukan dibagian produksi/lapangan


    read more

     
    Design by Economoy.blogspot.com | Bloggerized by M. Wahyu Arya P - Premium Blogger Themes | Affiliate Network Reviews